Seiring pasar kosmetik global mengalami transformasi pesat, industri kecantikan Jepang menghadapi tantangan dan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dulu terkenal dengan kualitas premiumnya, kosmetik Jepang kini harus menemukan kembali strategi pertumbuhannya di tengah persaingan yang meningkat dari merek Korea dan pergeseran preferensi konsumen.
Industri kosmetik dunia mengalami pertumbuhan yang kuat, terutama pada produk kecantikan alami. Riset pasar menunjukkan sektor kosmetik alami global akan berkembang dari $42,03 miliar pada tahun 2021 menjadi $107,53 miliar pada tahun 2030, tumbuh dengan tingkat tahunan gabungan sebesar 11%. Lonjakan ini berasal dari tiga faktor utama:
Bersamaan dengan itu, pengaruh Asia terus meningkat. Pasar seperti Tiongkok dan Korea Selatan telah muncul sebagai pusat konsumsi utama dan tempat berkembang biaknya merek-merek baru yang kompetitif yang menantang pemain mapan melalui strategi yang dilokalkan dan penetapan harga yang kompetitif.
Meskipun ekspansi global, pasar domestik Jepang menyusut selama dua tahun berturut-turut pasca-pandemi, mencapai ¥1,35 triliun ($9,2 miliar) pada tahun 2021. Namun, angka ekspor menunjukkan ketahanan di luar negeri—terutama di Asia—di mana produk Jepang mempertahankan daya tarik yang kuat.
Tiga tantangan kritis dihadapi industri ini:
Industri kosmetik Korea Selatan menawarkan perbandingan yang instruktif. Peringkat kedua secara global dalam ekspor (melampaui Jepang pada tahun 2020), sektor Korea diproyeksikan tumbuh dari $10,2 miliar pada tahun 2019 menjadi $13,9 miliar pada tahun 2027. Faktor keberhasilan utama meliputi:
Kosmetik Jepang mempertahankan kekuatan yang berbeda:
Untuk merebut kembali momentum, merek Jepang harus memprioritaskan lima inisiatif strategis:
Sesuaikan penawaran dengan preferensi regional sambil menekankan kualitas premium daripada persaingan harga. Perluas melalui distribusi omnichannel.
Perkuat infrastruktur e-commerce dengan rekomendasi bertenaga AI dan fitur coba-coba augmented reality untuk meningkatkan pengalaman digital.
Kembangkan hubungan emosional melalui narasi otentik yang menyoroti keahlian dan inovasi.
Kembangkan penawaran bernilai tinggi seperti perawatan kulit yang dipersonalisasi dan formulasi yang ditingkatkan secara teknologi untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang.
Tingkatkan teknologi inti melalui kolaborasi akademik sambil membina jalur bakat khusus.
Industri kecantikan Jepang berada di titik kritis. Dengan memanfaatkan warisan keunggulannya sambil merangkul inovasi digital dan pasar, sektor ini dapat mendefinisikan kembali posisinya secara global. Fokus strategis pada Asia, kemajuan teknologi, dan revitalisasi merek menghadirkan jalur yang jelas untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam lanskap yang semakin kompetitif.